Kali ini kami akan berbagi bagaimana menyiasati agar pemberian rangsum pada ayam broiler menjadi irit. karena di musim penghujan seperti ini nafsu makan ayam akan meningkat namun bobot ayam tidak naik hanya satbil tentunya ini akan merugikan kita disisi makanan. terus harus apa yang akan kita lakukan ? oke simak terus artikel ini sampai habis anda akan dapat jawaban.

pemberian-makan-ayam-broiler-agar-irit

untuk membuat irit antara lain :

  1. Tambahkan jumlah pemberian ransum tidak lebih dari 1-2% jumlah normalnya. Ransum tambahan itu dapat diberikan setelah pemberian ransum terakhir (sore hari). Tujuannya untuk mengontrol asupan ransum.
  2. Selain menambahkan jumlah ransum, tambahkan pula frekuensi pemberian ransumnya. Jika biasanya ayam diberi makan 2 kali sehari, kemudian diubah menjadi 3 atau 4 kali sehari (dengan jam tambahan malam hari). Apabila ransum tambahan diberikan sekaligus, ayam akan berusaha secepatnya menghabiskan ransum sehingga kerja saluran pencernaannya kurang maksimal.
  3.  Berikan suplementasi premiks (Top Mix, Mix Plus) dan multivitamin serta asam amino (Broiler Vita, Neobro) untuk membantu pertumbuhan ayam broiler, memperbaiki konversi ransum, dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam.
  4. Modifikasi kondisi kandang untuk mencegah ayam terkena tampias air hujan dan kedinginan. Contohnya dengan mengatur sistem buka tutup tirai, memperbaiki atap kandang yang bocor, atau menyalakan pemanas. Evaluasi kembali jarak genting terluar sehingga percikan air hujan tidak mengenai tubuh ayam. Dengan meningkatnya suhu kandang selama kondisi dingin, secara tidak langsung akan membantu mengendalikan nafsu makan ayam.

Selain memperhatikan jumlah asupan ransum, selama musim hujan ada baiknya juga memperhatikan kualitas ransum. Rendahnya kandungan nutrisi ransum juga dapat menyebabkan konsumsi ransum meningkat tanpa disertai peningkatan bobot badannya. Belum lagi kondisi kelembaban udara yang relatif lebih tinggi (lebih dari 60%) dibanding musim kemarau menyebabkan jamur mudah sekali tumbuh dan berkembang pada ransum. Jamur yang tumbuh tersebut akan diikuti dengan pembentukan racunnya (mikotoksin). Mikotoksin inilah yang jauh lebih berbahaya bagi ayam.

sumber : info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>