Cacing jarang membunuh ayam namun akan menghambat pertumbuhan ayam dan produksi telur. Dengan mempertimbangkan kondisi ini, maka mengendalikan cacing melalui program pencegahan adalah salah satu pilihan bijak yang bisa diambil peternak. pemberian obat cacing ini akan lebih tepat bila disesuikan dengan periode prepaten cacing yang menyerang. Periode prepaten adalah rentang waktu antara masuknya telur infektif ke dalam tubuh ayam hingga keluarnya telur cacing baru yang dihasilkan cacing dewasa dari dalam tubuh ayam ke lingkungan luar. Adapun periode prepaten dari beberapa jenis cacing tercantum pada Tabel di bawah ini.

pertumbuhan cacing

Dari Tabel 1, terlihat bahwa periode prepaten cacing gilig berlangsung antara 21-56 hari, sedangkan cacing pita 14-21 hari. Atas dasar data inilah, maka jika ayam dipelihara di kandang postal atau non slat, lakukan pengulangan pemberian obat cacing tiap 21-56 hari atau sekitar 1-2 bulan. Sedangkan bila ayam dipelihara pada kandang baterai/slat pengulangan bisa dilakukan tiap 3 bulan karena ayam tidak kontak dengan litter.

Poin lainnya yang perlu diperhatikan saat pemberian obat cacing ialah tentukan terlebih dahulu zat aktif apa yang diberikan untuk ayam. Ada beberapa jenis zat aktif yang biasa terkandung dalam obat cacing untuk ayam, dan masing-masing zat aktif tersebut ada yang berspektrum luas (bisa sekaligus membasmi cacing gilig dan pita) maupun tidak.

Jenis obat cacing

  • Piperazine: efektif untuk mengatasi infeksi cacing gilig dewasa. Kelarutan piperazine sangat baik dalam air sehingga dapat diberikan melalui air minum maupun dicampur dengan ransum. Keunggulan piperazine yaitu memiliki rentang keamanan yang luas.
  • Niclosamide: efektif untuk mengatasi cacing pita. Pemberian niclosamide diaplikasikan melalui ransum karena tidak larut air. Niclosamide juga tidak dapat diserap usus sehingga batas keamanannya luas.
  • Levamisole: efektif membasmi cacing gilig, dari bentuk larva hingga dewasa. Levamisole juga cepat diserap dan diedarkan ke jaringan atau organ tubuh sehingga bisa membunuh cacing yang bersembunyi di sela-sela jaringan/organ tubuh ayam, seperti di dinding usus. Meski begitu, rentang keamanan levamisole lebih sempit, sehingga dosis pemberian yang tepat sangat dianjurkan.
  • vermectin: efektif membasmi cacing gilig dan juga ektoparasit (kutu, tungau, pinjal, larva serangga). Selain itu, ivermectin mampu membasmi bentuk cacing yang belum dewasa.

demikian sedikit informasi tentang pencegahan ayam agar tidak terserang cacing, untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi sumber artikel ini di http://info.medion.co.id/index.php/artikel/layer/penyakit/mencegah-cacingan. semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>