Banyak faktor yang menyebabkan ayam broiler jadi kerdil alias bobotnya ringan, masalah ini seringkali ditemui di lapangan. banyak peternak yang bingung menghadapi masalah ini. baiklah sebelum kita cari solusinya kita ketahui dulu penyebabnya.

ayam-broiler-pendek

Ayam kerdil sebenarnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  • Kualitas DOC
    Kualitas DOC dapat dipengaruhi dari pembibitan maupun penetasan. Misalnya faktor genetik induk, telur tetas berukuran kecil yang berasal dari induk umur muda (kurang dari 25 minggu), antibodi maternal Reovirus rendah, maupun induk positif Salmonela enteridis.
  • Faktor manajemen
    Masa brooding atau disebut masa kritis sangat berpengaruh pada pertumbuhan ayam karena pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat yakni dominan pertumbuhan dengan tipe perbanyakan sel atau hiperplasia. Pada masa ini terjadi perkembangan semua sel organ tubuh, seperti sistem kekebalan, pencernaan, pernapasan maupun thermoregulasi. Kesediaan ransum saat chick in dan tercapainya feed intake berpengaruh terhadap besar dan panjangnya usus, pengaturan suhu tubuh anak ayam dan tingkat kepadatan akan sangat berpengaruh. Penanganan DOC yang kurang optimal pada periode ini akan mempengaruhi pertumbuhan bobot ayam pada periode berikutnya.
  • Faktor ransum
    Kandungan nutrisi dan kecukupan jumlah ransum juga berpengaruh pada pertumbuhan ayam. Hal yang kadang terlewat dari pantauan adalah adanya jamur pada ransum. Kualitas ransum dapat berkurang akibat adanya jamur dan mikotoksin. Jamur di ransum dapat menurunkan nutrisi ransum sehingga penyerapan nutrisi tidak optimal. Selain itu jamur juga akan menghasilkan metabolit sekunder yakni mikotoksin yang akan mengiritasi saluran pencernaan sehingga penyerapan nutrisi terganggu. Lama penyimpanan ransum juga akan berpengaruh pada kandungan nutrisi. Vitamin dalam ransum jadi akan menurun seiring masa penyimpanan. Selain kualitas ransum, kuantitas/kecukupan asupan ransum dan minum juga berpengaruh pada pertumbuhan ayam. Kekurangan ransum dan air minum akan menyebabkan kompetisi antar ayam. Dampaknya jumlah ransum yang masuk ke tubuh ayam kurang sehingga pertumbuhan bobot badannya tidak seragam.
  • Kondisi stres
    Kondisi stres dapat mempengaruhi pencapaian bobot badan ayam. Saat ayam stres produksi hormon ACTH (adrenocorticotropin hormon) meningkat, sehingga proses metabolisme dan penyerapan nutrisi dari ransum menjadi tidak efektif. Ayam akan banyak makan tetapi tidak diikuti dengan peningkatan bobot badan yang signifikan, atau ayam menjadi malas makan sehingga bobot badannya tidak tercapai atau tidak seragam.
  • Serangan penyakit yang dapat menyebabkan kekerdilan
    Penyakit kekerdilan sampai saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti. Namun beberapa virus diketahui telah ditemukan pada ayam yang mengalami kasus ini. Salah satu virus penyebab kekerdilan yang sering ditemukan adalah Reovirus dan penyakitnya disebut helicopter disease atau Runting and stunting syndrome (RSS). Reovirus akan menginfeksi vili-vili sel epitel usus halus yang menyebabkan gangguan fungsi usus seperti gangguan pencernaan dan penyerapan lemak, vitamin larut lemak dan karoten, sehingga target berat badan tidak tercapai.

Langkah Antisipasi Masalah Kekerdilan

Banyak dikeluhkan oleh peternak adalah kekerdilan yang disebabkan oleh infeksi bibit penyakit, terutama penyakit RSS. Karena pada kasus inilah peternak paling banyak mengalami kerugian. Kejadian RSS dapat menyerang 30-40% dari total populasi, dengan perbedaan bobot badan yang sangat jauh di bawah standar. Bahkan perbedaan bobot badan dapat mencapai ±800 gram pada ayam umur 3 minggu. Untuk itu sejak awal kita perlu melakukan tindakan antisipasi, antara lain dengan:

  • Memilih DOC berkualitas
    Performa ayam broiler salah satunya ditentukan oleh kualitas DOC. Jika kita memelihara DOC dengan kualitas baik, maka kemungkinan besar akan dihasilkan ayam dewasa yang juga baik kualitasnya. Oleh karena itu, kita sebagai peternak sebaiknya tahu bagaimana ciri DOC yang berkualitas. Ciri-cirinya antara lain:

    Besarnya relatif seragam, dengan tingkat keseragaman ≥80%. Bobot badan sesuai dengan standar strain, biasanya di atas 37 gram (37-42 gram). Usahakan untuk tidak memelihara DOC grade rendah
    –        DOC terlihat aktif, responsif dan lincah
    –      Mata cerah atau bersinar
    –        Bulu cerah, tidak kusam, dan penuh
    –        Bebas dari penyakit terutama pusarnya kering dan tertutup dengan baik
    –        Kloaka bersih, tidak ada kotoran
    –       Tidak ada cacat fisik ataupun abnormalitas fisik

  •  Manajemen Pemeliharaan Optimal
    Manajemen pemeliharaan yang optimal dimulai sejak awal pemeliharaan, terlebih saat masa kritis. Hasil dari pemeliharaan pada masa kritis sangat berpengaruh pada masa pemeliharaan selanjutnya.

sumber : info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>