Biasanya itik terkenal jarang terkena penyakit AL karena memang itik sebagai reservoir (tempat berkembang dan pembawa) virus AI. Artinya itik bisa tahan serangan AI tanpa menjadi sakit, dan berperan membawa serta menularkan virus AI ke unggas lain. namun beda sekarang justru banyak kasus itik mati karena serangan firus AL tersebut.

penyakit-itikselama Musim udara debit hujan MENINGKAT sehingga can Menjadi virus Bagi media yang AI untuk review berpindah Tempat, kemudian menginfeksi itik. Mencari Google Artikel demikian Serangan AI PADA itik Dan Unggas berbaring di Musim hujan beberapa bulan Ke Depan Harus diwaspadai.

Untuk review mengendalikan AI, kitd wajib melakukan vaksinasi DENGAN Tepat, Menjaga Daya tahan Tubuh itik through Pemberian pakan Berkualitas Dan suplementasi, Serta Checklists Memverifikasi biosekuriti Beroperasi ketat.

  1. Tepat Vaksinasi

    pengendalian-penyakit-itikVaksinasi AI wajib dilakukan pada semua unggas termasuk itik. Program vaksinasi AI sebaiknya disusun berdasarkan sejarah kasus di daerah setempat dan berdasarkan data monitoring titer antibodi. Namun secara umum, program vaksinasi AI pada itik pedaging dan petelur seperti tercantum pada Tabel 1 dan 2. Saat ini serangan AI pada itik didominasi oleh serangan AI clade 2.3.2, meski masih ada pula serangan clade 2.1.3. Dengan demikian dalam program vaksinasi AI, peternak harus memasukkan penggunaan vaksin yang mengandung clade 2.3.2 sekaligus clade 2.1.3. Penggunaan vaksin AI yang homolog dengan virus lapangan akan membentuk perlindungan yang lebih optimal. Medivac AI Subtipe H5N1 2.3 dan Medivac AI Subtipe H5N1 2.1 bisa menjadi solusi tepat untuk pengendalian AI pada itik ini. Kedua vaksin tersebut optimal melindungi unggas dari serangan virus AI H5N1 clade 2.3.2 dan 2.1.3.

  2.  Berikan pakan berkualitas dan suplementasi
    Pemberian suplemen pakan akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh itik. Suplemen tersebut berupa multivitamin (Vita Stress, Kumavit, Fortevit), premiks (Top Mix, MixPlus) dan imunostimulan (Imustim). Dengan adanya suplementasi vitamin, misalnya vitamin A dan C, akan memperbaiki kondisi selaput lendir itik sehingga virus AI yang akan masuk ke selaput lendir melalui udara bisa optimal dihalau.

    Penambahan premiks dapat melengkapi kebutuhan nutrisi pakan sehingga proses metabolisme pertahanan tubuh unggas bisa berjalan maksimal. Sedangkan pemberian imunostimulan berfungsi memicu peningkatan kerja komponen-komponen sistem imun (kekebalan). Dengan begitu jumlah antibodi dan makrofag di dalam tubuh itik untuk menghalau virus AI lapang akan meningkat dan itik lebih tahan terhadap serangan AI.

  3. Terapkan biosekuriti
    Tingkatkan biosekuriti dengan mengisolasi itik yang sakit, tidak memelihara itik bercampur dengan ayam atau unggas lainnya, serta tidak memasukkan bibit itik untuk peremajaan bila sudah tertular atau mulai menunjukkan gejala lemah/sakit. Jika terjadi kasus positif AI pada suatu peternakan atau kelompok itik, maka hendaknya dilakukan pemusnahan secara terbatas pada itik yang sakit. Kandang dan lingkungannya juga perlu disemprot dengan desinfektan. Pilih dan gunakan desinfektan yang daya kerjanya kurang dipengaruhi bahan organik seperti Formades atau Sporades untuk menyemprot bagian luar kandang. Semprotkan juga desinfektan secara rutin seminggu sekali pada kandang yang berisi itik dengan desinfektan yang aman untuk itik seperti Antisep atau Neo Antisep.

sumber : info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>