ayam iar, populasi ayam yang terlalu padat dan lingkungan yang kotor. Beberapa faktor tersebut memicu terjadinya infeksi bibit penyakit yang menyerang saluran pernapasan seperti korisa dan CRD yang disebabkan oleh bakteri, atau yang disebabkan oleh agen viral seperti ND, AI, IB dan ILT, serta aspergillosis yang disebabkan oleh jamur.

Penanganan penyakit akan lebih efektif jika dilakukan sejak dini, sebelum penyakit berlanjut ke tingkat yang lebih parah. Untuk itu, hal yang dapat dilakukan guna mengobati ayam dengan gejala klinis hidung berlendir yaitu:

  • Berikan antibiotik spektrum luas seperti Doxyvet, Trimezyn, Neo Meditril atau Duoko sesuai dosis dan aturan pakai.
  • Berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit selama 7 hari berturut-turut untuk meningkatkan kondisi tubuh setelah sakit.
  • Untuk kasus korisa dapat juga dipertimbangkan vaksinasi korisa dengan Medivac Coryza B atau Medivac Coryza T Suspension/Emulsion yang dapat dilakukan minimal 3 minggu sebelum terjadinya outbreak.
  • Penyakit yang disebabkan oleh virus (ND, AI, IB dan ILT) tidak ada obatnya. Pemberian antibiotik dilakukan untuk mencegah infeksi sekunder dan mungurangi tingkat keparahan penyakit, sementara pemberian vitamin dilakukan untuk meningkatkan kondisi dan dan daya tahan tubuh ayam. Untuk mencegah penyakit ND dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac ND La Sota, Medivac ND Clone 45, atau Medivac ND Emulsion. Untuk mencegah penyakit AI, dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac AI. Sementara untuk mencegah penyakit IB dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac IB H-120 atau sekaligus Medivac ND-IB. Sedangkan untuk mencegah penyakit ILT dapat dilakukan vaksinasi dengan Medivac ILT.
  • Untuk mengatasi penyakit jamur dapat diberikan cupri sulfat 1 gram/5 liter air minum, yang diberikan selama 3 hari berturut-turut.

Namun kita juga dapat melakuka penjegahannya dengan melakukan langkah langkah di bawah ini :

  1. Mengelola peternakan dengan baik sehingga tercipta suasana nyaman bagi ayam, misalnya dengan mengatur jumlah ayam dalam kandang agar tidak terlalu padat, litter jangan berdebu atau terlalu lembab dan ventilasi udara tersedia cukup.
  2. Lakukan desinfeksi kandang menggunakan Antisep, Neo Antisep atau Medisep. Majukan jadwal desinfeksi jika bertepatan dengan jadwal vaksinasi.
  3. Terapkan sistem biosecurity yang baik, misalnya dengan melakukan desinfeksi alas kaki sebelum masuk kandang.

semoga artikel ini membantu.

sumber: info.mediom.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>