Apakah sebenarnya yang di maksut koksidiosis ? bagi para peternak unggas tentunya sudah tak asing lagi koksidiosis adalah penyakit berak darah. Dampak yang terjadi pada ayam apabila terserang koksidiosis antara lain pertumbuhan menjadi terhambat, penurunan efisiensi penggunaan ransum, dan kematian yang dapat mencapai 80-90%. Serangan koksidiosis juga akan menimbulkan efek imunosupresif (turunnya kekebalan tubuh) yang menjadikan ayam rentan terhadap infeksi penyakit lainnya.

ayam berak darah

Koksidiosis disebabkan oleh koksidia, yaitu parasit sel tunggal (protozoa) yang berasal dari genus Eimeria. Ada sekitar 1800 spesies Eimeria sp. yang menyerang mukosa usus berbagai ternak unggas dan mamalia, namun hanya 7 spesies yang menyebabkan sakit pada ayam, yaitu E. tenella, E. necatrix, E. acervulina, E. maxima, E. brunetti, E. mitis, dan E. praecox.

Setiap spesies Eimeria mempunyai predileksi (tempat kesukaan) tertentu dalam usus ayam, sehingga luka yang ditimbulkan juga akan berbeda-beda. Berikut rinciannya:

  • E. tenella menyerang khusus di usus buntu (sekum) hingga menyebabkan perdarahan di bagian usus tersebut. Ditemukannya kotoran berdarah mayoritas disebabkan oleh serangan E. tenella ini.
  • E. necatrix dan E. maxima menyerang bagian tengah usus halus (jejunum) hingga muncul bintik-bintik putih atau hitam di sekitar permukaan usus. Pada kasus yang parah bisa terjadi penebalan dan penggelembungan dinding usus, disertai adanya lendir bercampur darah.
  • E. acervulina dan E. praecox menyerang bagian atas usus halus (duodenum) hingga menyebabkan pendarahan.
  • E. brunetti menyerang bagian bawah usus halus (ileum), rektum, sekum dan kloaka.
  • E. mitis menyerang hampir semua bagian usus halus.

Penanganan Koksidiosis

1. Berikan obat anti koksidia. Saat ini berbagai macam produk antikoksidia sudah banyak diproduksi, baik dari golongan sulfa/sulfonamide, amprolium, maupun generasi baru seperti toltrazuril (Tabel 2). Sebaiknya lakukan rolling penggunaan antikoksidia dari golongan yang berbeda setiap interval 3-4 kali pengobatan.
– Adapun tata cara pengobatan koksidiosis yang harus diperhatikan di antaranya:
– Pemberian antikoksidia tidak boleh bersamaan dengan produk yang mengandung vitamin B atau asam amino.
– Pemberian vitamin B selama masa pengobatan tidak disarankan. Vitamin B baru bisa diberikan setelah pengobatan tuntas/selesai.

2. Pemberian antikoksidia golongan sulfonamide tidak dianjurkan pada kondisi gangguan ginjal (pada saat bersamaan dengan penyakit yang dapat menyebabkan gangguan ginjal seperti ginjal bengkak atau adanya timbunan asam urat. Contohnya Gumboro, IB, AI, dll.

3. Perhatikan kondisi litter, jangan sampai lembab atau basah. Tambahkan litter baru jika litter sudah sangat lembab. Jika perlu, tambahkan kapur pada litter yang baru ditambahkan.

4.  Jika memungkinkan, buang kotoran bercampur darah yang ada pada litter untuk menghindari ayam lain mematuknya. Hal ini karena warna merah pada kotoran akan menarik perhatian ayam lain untuk mematuk dan terjadilah proses penularan penyakit koksidiosis.

5. Isolasi ayam yang sakit dan culling ayam yang kondisinya parah.  Khusus untuk ayam pedaging, jika kasus penyakit terjadi di umur > 25 hari dan harga ayam di pasaran sedang bagus, disarankan agar ayam dipanen saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>