Bagi pecinta ayam jika mendapati ayamnya ngorok tentunya akan membikin galau. ini merupakan pertanda ayam kita terserang pernafasannya. Ngorok pada ayam juga bisa disebabkan oleh agen infeksius (penyakit, red) maupun non infeksius, seperti udara yang berdebu, amonia, perubahan cuaca, dll. Beberapa penyakit infeksius yang mempunyai manifestasi klinis gangguan pernapasan, dan selalu menduduki 10 besar ranking penyakit di ayam pedaging dan petelur, diantaranya adalah CRD, colibacillosis, korisa, ILT, ND, IB dan AI.

Namun penyakit yang secara spesifik memiliki target utama di organ pernapasan adalah CRD, colibacillosis, korisa dan ILT. Sedangkan ND, IB dan AI, selain menyerang organ pernapasan juga menyerang bagian organ tubuh ayam lainnya.

Faktor non-infeksius
Ayam komersial modern secara genetik mempunyai kemampuan tumbuh dan berproduksi lebih cepat dibanding ayam tipe lain. Namun pertumbuhan badan yang cepat ini tidak sebanding dengan perkembangan organ vital dalam ayam yaitu jantung dan paru-parunya. Sehingga kedua organ ini sangat rentan terhadap gangguan baik dari dalam maupun luar tubuh.

Untuk menunjang pertumbuhan badan ayam, paru-paru dipaksa bekerja keras menyuplai O2 untuk metabolisme tubuh. Karena pentingnya suplai O2 tersebut, maka udara bebas yang terdapat di dalam kandang haruslah berkualitas. Manajemen litter, tingkat kepadatan ayam, suhu dan kelembaban kandang, serta ventilasi kandang akan mempengaruhi kualitas udara ini. Banyaknya partikel debu di udara tentu saja akan semakin memperberat kerja saluran pernapasan atas. Dan bukan tidak mungkin, saluran pernapasan atas pun akan mengalami kerusakan/luka akibat tingginya debu dalam udara dalam kandang.

a) Suhu dan kelembaban
Kondisi suhu dan kelembaban yang tidak sesuai bisa mengakibatkan gangguan fungsi sinus dan organ pernapasan lainnya. Suhu yang nyaman bagi ayam ialah 25-28ºC dengan kelembaban 60-70%. Saat kelembaban udara <50% akan mengakibatkan membran mukosa saluran pernapasan, termasuk sinus menjadi kering. Akibatnya aktivitas silia terhambat dan potensi masuknya partikel debu maupun bibit penyakit pun semakin besar.

b) Amonia
Suhu yang tinggi dalam kandang juga akan meningkatkan konsumsi air minum ayam sehingga kotoran ayam menjadi lebih encer. Jika kondisi kelembaban udara dalam kandang cukup tinggi, maka kondisi litter pun akan menjadi basah dan memicu tingginya kadar amonia. Selain suhu dan kelembaban, tingginya kadar amonia juga bisa dipicu oleh kadar protein ransum yang berlebih sehingga dibuang bersama feses, serta akibat sistem ventilasi yang kurang baik.

Amonia yang terhirup akan mengiritasi saluran pernapasan ayam, dan menyapu silia di mukosanya. Sel-sel yang ada di permukaan saluran pernapasan menjadi rusak, produksi lendir menjadi berlebih, gerakan silia terganggu bahkan tidak berfungsi. Amonia juga mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata, sehingga mekanisme awal pertahanan tubuh menjadi terganggu.

Jika organ pernapasan sudah rusak, maka bibit penyakit yang terbawa udara akan mudah sekali menempel di saluran pernapasan karena sistem pertahanan mekanik tidak berfungsi optimal. Di tempat ini agen tersebut akan berkembang biak, dan akhirnya menimbulkan kerusakan lebih parah. Adanya luka di saluran pernapasan inilah yang menyebabkan ayam ngorok dan batuk.

Faktor infeksius
a) CRD dan CRD kompleks , KORISA, ILT, ND, IB dan AI

untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi www.info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>