Pada kesempatan yang berbahagia ini kami sajikan artikel tentang cara mengetahui penyabab ayam broiler lumpuh dan bagaimana cara kita mengobatinya. Kelumpuhan yang terjadi pada ayam broiler, baik yang terjadi di awal pemeliharaan maupun pada saat menjelang panen, bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Secara umum penyebabnya dibedakan menjadi 3, antara lain:

  1. Faktor Genetik (keturunan)
    Secara genetik ayam broiler modern saat ini dibentuk agar mempunyai otot atau daging dada yang lebih besar dengan pertumbuhan yang cepat. Targetnya, berat badan di minggu pertama bisa meningkat 4-5 kali dari berat badan awal (berat badan DOC). Namun, hal ini tidak diimbangi dengan perkembangan organ dalam serta struktur tulang yang baik. Pertambahan berat badan yang besar dalam waktu yang cepat ketika tidak diimbangi dengan kaki yang kokoh untuk menopang, pada akhirnya menyebabkan ayam menjadi lebih mudah lumpuh.
  2. Faktor infeksius
    Beberapa contoh penyakit infeksius yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada ayam broiler antara lain colibacillosisis, chronic respiratory disease (CRD), kolera dan staphylococcosis. Beberapa penyakit tersebut disebabkan oleh agen bakteri. Sementara yang disebabkan oleh virus antara lain Avian Encephalomyelitis (AE), infeksi Reovirus dan Newcastle disease (ND). Kelumpuhan yang disebabkan oleh penyakit biasanya diikuti dengan gejala klinis dan perubahan anatomi tubuh lainnya.
  3. Faktor non infeksius
    Hal ini terutama disebabkan oleh adanya kesalahan tatalaksana pemeliharaan ayam seperti :    A. Rendahnya kandungan vitamin C, D dan mineral kalsium serta fosfor pada ransum yang dikonsumsi. Bisa disebabkan oleh formulasi ransum yang kurang tepat (terutama terjadi pada ransum self-mixing/formulasi sendiri) atau oleh penanganan dan penyimpanan ransum yang kurang tepat (baik pada ransum self-mixing ataupun pada ransum pabrikan yang pada awalnya telah mempunyai kandungan vitamin dan mineral yang sudah sesuai). Pertumbuhan ayam yang cepat tanpa didukung asupan vitamin serta mineral yang cukup, ditambah pula dengan faktor genetik, akan semakin meningkatkan predisposisi (kemungkinan) terjadinya kelumpuhan pada ayam.
    B.  Ayam broiler bisa lumpuh akibat terjepit dinding atau lantai kandang. Kejadian ini terutama lebih sering terjadi pada ayam yang dipelihara di kandang panggung.

Faktor genetik merupakan penyebab kelumpuhan pada ayam yang sulit untuk dicegah maupun ditangani. Sementara untuk menangani kasus kelumpuhan yang disebabkan oleh penyakit infeksius, bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  • Pemberian antibiotik yang tepat untuk penyakit yang disebabkan oleh agen bakteri, misalnya untuk penyakit colibacillosis diberikan Ampicol atau Coliquin.
  •  Lakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit akibat virus misalnya Medivac ND Clone 45 atau Medivac ND La Sota untuk mencegah penyakit ND, karena sampai saat ini penyakit yang disebabkan oleh virus tidak ada obatnya.
  • Berikan multivitamin seperti Vita Stress atau Fortevit untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh ayam dan mempercepat proses penyembuhan penyakit.
  • Terapkan konsep biosecurity untuk meminimalisir agen penyakit di sekitar kandang, misalnya dengan melakukan penyemprotan kandang, celup alas kaki sebelum memasuki kandang, desinfeksi peralatan kandang dan sanitasi air minum. Contoh desinfektan yang bisa digunakan yaitu Neo Antisep atau Medisep.

Adapun untuk mencegah maupun menangani kasus kelumpuhan yang disebabkan oleh faktor non infeksius bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:

  1. Berikan ransum yang jumlah dan kandungan nutrisinya sesuai dengan kebutuhan ayam. Apabila mutu ransum kurang bagus, perlu ditambahkan nutrisi tambahan seperti yang terkandung dalam Top Mix. Jika kekurangan mineral, maka perlu ditambah dengan Mineral Feed Supplement A.
  2. Pastikan lantai kandang kondisinya ideal, artinya jarak/celah antar bambu tidak terlalu renggang sehingga ayam tidak mudah terperosok atau terjepit.

source : info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>