hALO sobat kali ini kami sajikan bagaimana cara pencegahan terhadap serangan penyakit jika sudah menyerang di sekitar daerah tempat tinggal anda. tentunya tidak menutup kemungkinan penyakit itu akan mampir ke kandang anda.

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit vial antara lain:

  1. Perketat biosecurity
    Penerapan biosecurity yang baik akan menurunkan tantangan bibit penyakit yang berada di lingkungan, sehingga kesempatan menginfeksi tubuh ayam menjadi lebih kecil. Misalnya melakukan desinfeksi kandang dan peralatannya 2x seminggu, desinfeksi personal serta kendaraan sebelum masuk ke lokasi kandang dan sanitasi air minum. Desinfeksi dapat menggunakan Antisep, Neo Antisep maupun Medisep karena relatif aman digunakan untuk sanitasi air minum maupun semprot kandang pada saat ada ayam. Sedangkan Sporades dan Formades lebih cocok digunakan untuk desinfeksi atau penyemprotan kandang kosong (tidak ada ayam).
  2. Tata laksana pemeliharaan dan manajemen yang baik
    Hal ini dilakukan guna menciptakan suasana nyaman bagi ayam, misalnya jumlah ayam dalam luasan kandang tidak terlalu padat. Ventilasi kandang cukup dan diusahakan agar amonia sedikit dalam kandang. Tak kalah penting adalah tetap menjaga kualitas dan kuantitas pakan dan air minum dengan baik.
  3. Terapi supportif dengan multivitamin
    Pemberian multivitamin secara rutin, misalnya Fortevit atau Vita Stress diperlukan untuk menjaga kondisi ayam tetap optimal sehingga lebih tahan terhadap serangan bibit penyakit.
  4. Cleaning program (pencegahan) dengan antibiotik
    Pemberian antibiotik broad spectrum pada saat rawan terhadap infeksi penyakit juga diperlukan untuk mencegah infeksi sekunder oleh bakteri. Sebagai contoh dengan memberikan Neo Meditril, Koleridin, Therapy, dll (pilih salah satu).
  5. Lakukan vaksinasi dengan tepat
    Tujuannya yaitu untuk membentuk suatu kekebalan yang protektif bagi tubuh ayam. Program vaksinasi sangat dipengaruhi oleh kondisi farm. Alangkah lebih baiknya jika program vaksinasinya disesuaikan dengan waktu serangan penyakit, tingkat keganasan virus, jenis vaksin yang digunakan (aktif atau inaktif, tunggal atau gabungan) dan umur ayam.
  6. Lakukan monitoring titer antibodi
    Khususnya untuk farm layer, hal ini bertujuan untuk menentukan waktu revaksinasi yang tepat terutama untuk AI, ND maupun IB pada masa produksi. Monitoring titer dapat dilakukan secara rutin setiap bulan.

sumber: info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>