Sebagian besar orang lebih memilih mengobati penyakit ayam mereka dengan obat kimia, mereka tidak menyadari bahwa Tanaman dapat dijadikan Obat Herbal.

Obat herbal untuk unggas2016

Sebagian besar obat herbal berasal dari ekstrak tanaman. Beberapa jenis tanaman obat seperti kunyit, jahe, lengkuas, temulawak, lempuyang, dan kencur, biasa dibuat ramuan yang sering disebut “jamu hewan” yang berguna untuk menjaga kesegaran tubuh dan memperlancar peredaran darah. Tanaman obat lainnya seperti mengkudu, sambiloto, lidah buaya, temu ireng, bawang putih, meniran, daun sirih, mahkota dewa, gula tetes tebu dan lain sebagainya dimanfaatkan sebagai “feed supplement” atau “feed additive”. Bahan-bahan tanaman obat tersebut dapat berupa sediaan dalam bentuk tepung atau sediaan cair.

Manfaat dan Keuntungan Obat Herbal

  • Meningkatkan nafsu makan.
  • Memperbaiki penyerapan makanan di saluran cerna.
  • Melindungi fungsi hati dari kerusakan.
  • Menambah daya tahan tubuh atau menstimulasi sistem imun atau imunomodulator
  •   Mencegah stres dan kekurangan vitamin
  •   Memperbaiki produksi telur.
  •  Membantu pemulihan kesehatan.
  •  Ramah lingkungan, mengurangi bau amonia atau kotoran dan lingkungan kandang ayam.
  •   Kotoran ayam lebih kering.

namun sesuatu yang berlebih tetaplah tidak baik, pemberian suplemen dan obat-obatan pabrik yang berlebihan pada ayam dikhawatirkan akan mengakibatkan resistensi dan menimbulkan residu pada produk daging atau telur yang dihasilkan, sehingga berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi terus menerus dalam jangka waktu lama.

berikut adalah contoh praktek pemberian ramuan herbal yang umum dilakukan peternak antara lain pemberian temulawak dan kunyit untuk meningkatkan nafsu makan ayam, jahe untuk meningkatkan stamina, daun sirih untuk antibakteri dan antiradang, daun pepaya untuk mengobati penyakit leucocytozoonosis, buah pinang untuk mengobati cacingan, dan masih banyak contoh lainnya.

Menurut Kementerian Pertanian (keputusan Menteri Pertanian Nomor 453 Tahun 2000 tentang obat alami untuk hewan), peraturan dan standar pembuatan, penyediaan, dan peredaran produk herbal untuk hewan di Indonesia sama dengan produk sintetik, di antaranya yaitu:

Produk herbal harus aman bagi hewan, manusia, dan lingkungan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah faktor kontaminasi tanaman herbal oleh logam berat dan insektisida.

Produk herbal harus memiliki khasiat/ efikasi sesuai tujuan pengobatan dan berkualitas dengan standar mutu yang sesuai (lolos uji di Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan/BBPMSOH). Meski herbal telah diketahui mengandung bahan antioksidan, antibiotik, dan pemacu sistem kekebalan yang alami, penelitian yang mendalam harus terus dilakukan.

Dalam penggunaan produk herbal sebaiknya pilih produk herbal yang sudah terstandarisasi. Beberapa perusahaan obat hewan, termasuk Medion, kini mulai mengembangkan beberapa produk herbal yang aman dan sudah terstandarisasi, baik kualitas bahan baku maupun produk jadinya. Contohnya Ammotrol yang berfungsi mengikat gas amonia dalam kandang, Kumavit yang berperan sebagai suplemen multivitamin herbal yang mampu meningkatkan produktivitas ternak, dan Imustim untuk menstimulasi sistem imun, meningkatkan nafsu makan, dan membantu pemulihan kesehatan. Salam.

sumber: info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>