Sering kita mendengar penyakit kolera pada ayam, namun sebagian mungkin belum mengetahui sebenarnya apa penyakit kolera tersebut.  kolera merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan adanya radang pada muka, jengger dan pial. Di Indonesia, penyakit ini dikenal dengan sebutan kolera unggas atau avian pasteurelosis.

Penyakit ini masih sering dijumpai di lapangan. Dari penanganan kasus di lapangan oleh technical service Medion (tahun 2006-2008) menyebutkan bahwa fowl cholera menempati peringkat 10 besar pada ayam layer selama tiga tahun periode terakhir. Fowl cholera biasanya ditandai dengan adanya morbiditas dan mortalitas berkisar 0-20%, sehingga penyakit ini cukup menyita perhatian para peternak.

Gejala klinis

Manifestasi dari gejala klinis bersifat akut, sub akut dan kronis. Setelah terjadi invasi bibit penyakit ke dalam tubuh, maka ayam akan mengalami bacterimia (bakteri sudah beredar ke seluruh pembuluh darah) tahap awal. Masa inkubasi (waktu mulai masuknya bibit penyakit hingga menimbulkan gejala klinis) berlangsung selama 4-9 hari dan umumnya menyerang ayam berumur 3 bulan ke atas. Gejala klinik terdiri dari bentuk per akut, akut dan bentuk kronis.

Gejala bacterimia biasanya ditandai dengan :

1.   Penurunan nafsu makan
Penurunan nafsu makan pada awalnya ditandai dengan mundurnya waktu habis pakan yang berlanjut dengan menurunnya jumlah konsumsi pakan pada ayam. Apabila ayam menunjukkan penurunan nafsu makan maka peternak harus curiga terhadap indikasi penyakit tertentu ataukah memang hanya dikarenakan stres

2.   Ayam tampak lesu dan mengantuk
Dengan adanya penurunan nafsu makan dan minum maka akan berdampak pada kondisi tubuh yang lemah

3. Demam yang ditandai dengan kloaka kering dan peningkatan suhu badan mencapai 2-3oC

4. Saat kontrol pada malam hari, terkadang akan terdengar suara ngorok disertai sedikit getaran karena adanya lendir

Sedangkan gejala klinis terbagi menjadi 3 bentuk yaitu :

a.  Perakut
Pada bentuk perakut, ayam tiba-tiba mati tanpa ditandai adanya gangguan/gejala klinik sebelumnya kejadian ini bersifat eksplosif

b.  Akut
Gejala akut kerap kali ditemukan pada beberapa jam sebelum terjadi kematian. Gejala yang tampak adalah penurunan nafsu makan, bulu mengalami kerontokan, diare yang awalnya encer kekuningan, lama-kelamaan akan berwarna kehijauan disertai mucus (lendir), peningkatan frekuensi pernapasan, daerah muka, jengger dan pial membesar.

cara mengendalikan dan pencegahan

1. Mengurangi populasi bibit penyakit di sekitar ayam

2. Mencegah kontak antara bibit penyakit dengan ayam

3. Meningkatkan daya tahan tubuh ayam

sumber informasi info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>