Sudah lama gak bikin artikel, kali ini penulis akan berbagi tentang informasi seputar parasit pada ayam yang menyebabkan berak darah, berkak darah atau lebih di kenal Koksidiosis disebabkan oleh parasit protozoa Eimeria sp. yang menyerang saluran pencernaan (usus dan usus buntu). Sedikitnya terdapat 6 spesies Eimeria yang umum ditemukan menyerang ayam yaitu E. tenella, E. necatrix, E. maxima, E. acervulina, E. brunetti dan E. mitis.

Eimeria yang menyerang saluran pencernaan, kemudian bermultiplikasi dan akhirnya merusak jaringan epitelium usus. Kerusakan tersebut berdampak lebih lanjut dengan terjadinya gangguan cerna serta gangguan absorpsi/penyerapan nutrisi ransum. Pada akhirnya efisiensi ransum akan menurun, pertumbuhan ayam terhambat, berat badan tidak seragam, produksi telur menurun dan bahkan timbul kematian serta gangguan pembentukan kekebalan atau immunosuppressant.

Setiap spesies Eimeria mempunyai predileksi (tempat kesukaan, red) tertentu dalam usus ayam, sehingga luka yang ditimbulkan juga akan berbeda-beda. Contohnya E. tenella yang “hobi” menempati usus buntu/sekum, serta E. necratix dan Eimeria lainnya yang menyerang usus halus.

Berbagai masalah yang menjadi pemicu infeksi Eimeria sp. diantaranya akibat tata laksana pemeliharaan yang tidak optimal. Kandang yang terlalu padat dan sanitasi jelek juga semakin meningkatkan resiko serangan penyakit ini. Manajemen litter yang buruk misalnya, menjadi salah satu pemicu berkembangnya Eimeria, karena diperoleh informasi bahwa penyakit berak darah makin mudah berjangkit ketika kandungan air pada litter sudah melebihi 30% (Martin Valks, 2001).

Supriyono (1993) menyatakan pula bahwa penularan koksidiosis dari ayam sakit ke ayam yang sehat dapat terjadi melalui ransum/air minum dan litter atau peralatan lain yang tercemar ookista. Karena pada temperatur 25-32ºC dan kelembaban yang tinggi, ookista dapat bertahan hidup lama di luar tubuh hospes. Seperti kita ketahui bahwa Eimeria sp. memiliki beberapa fase dalam siklus hidupnya, salah satunya fase ookista.

Tanda-tanda ayam yang terserang koksidiosis akan terlihat mengantuk, sayap terkulai ke bawah, bulu kasar (tidak mengkilat), nafsu makan rendah (anorexia) dan feses encer bercampur darah. Gejala pada tahap awal akan menyebabkan produksi daging dan telur ayam menurun, sedangkan pada tahap akut bisa menyebabkan kematian yang cukup tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>