Banyak jenis parasit yang menyerang ayam di antaranya adalah cacing dan kutu. karena memang jenis parasit tersebut paling familiar dikenal oleh banyak orang. Tetapi jika kita berbicara soal infeksi parasit, masih banyak jenis parasit lainnya yang mengancam sebuah peternakan, terlebih dengan kondisi cuaca saat ini yang didominasi oleh musim hujan.

Parasit dan Dampak yang Ditimbulkan

Parasit adalah organisme yang mendapatkan makanan dan menggantungkan hidupnya pada hospes atau induk semangnya. Berdasarkan sifat hidupnya, parasit dibagi menjadi 2 macam yaitu parasit obligat dan fakultatif. Disebut parasit obligat apabila seluruh siklus hidupnya bergantung pada hospes, contohnya protozoa, cacing serta kutu. Dan disebut fakultatif apabila parasit tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada hospes dan masih dapat tetap hidup meskipun berada di luar tubuh hospes, contohnya lalat dan nyamuk. Di peternakan sendiri, parasit yang menyerang unggas dibedakan menjadi endoparasit dan ektoparasit. Parasit yang hidup di dalam tubuh hospes biasa dikenal sebagai endoparasit dan parasit yang hidup di luar atau pada permukaan tubuh hospes dikenal dengan ektoparasit.

Penyakit parasit umumnya tidak menimbulkan wabah kematian yang tinggi seperti penyakit viral (ND, AI, Gumboro) atau penyakit bakterial seperti kolera. Namun demikian, penyakit parasit kadangkala menjadi faktor pendukung atas terjadinya infeksi virus maupun bakteri. Dibanding penyakit lain, penyakit parasit lebih dominan menyebabkan kerugian ekonomi berupa penurunan produksi, baik daging maupun telur, ketimbang menyebabkan kematian. Kecuali pada kasus koksidiosis yang angka kematiannya bisa cukup tinggi dan bersifat immunosuppressant.

Peran Inang Antara atau Vektor

Seperti kita ketahui bahwa yang menarik dari parasit adalah siklus hidupnya yang panjang. Dalam siklus hidupnya tersebut, keberadaan inang antara atau vektor sangatlah berperan penting. Vektor tidak hanya dibutuhkan sebagai tempat perkembangbiakan parasit, tetapi juga membantu untuk menyebarkan parasit kepada hospes utama, dalam hal ini ayam.

Hati-Hati, Banyak Parasit di Farm Kita
Jika orang awam atau bahkan peternak kita ditanya tentang apa saja jenis parasit yang menyerang unggas, pada umumnya jawaban spontan yang diberikan adalah cacing dan kutu. Jawaban itu tidak salah, karena memang jenis parasit tersebut paling familiar dikenal oleh banyak orang. Tetapi jika kita berbicara soal infeksi parasit, masih banyak jenis parasit lainnya yang mengancam sebuah peternakan, terlebih dengan kondisi cuaca saat ini yang didominasi oleh musim hujan.

Keberadaan inang antara sangat dipengaruhi oleh cuaca. Saat musim hujan datang, hal lumrah jika di sekitar kandang banyak terlihat larva (ulat, red) lalat merayap dari tumpukan feses di bawah kandang menuju tanah yang lebih kering di sekitar kandang. Larva tersebut akan berubah menjadi pupa (kepompong, red). Dari pupa tersebut kemudian akan keluar lalat dewasa yang langsung terbang mencari makanan. Juga, banyaknya jentik-jentik nyamuk di genangan air di sekitar peternakan ataupun kecoa yang berkeliaran di sela-sela kandang. Lalat, nyamuk, kecoa dan serangga lain seperti kumbang dan semut, merupakan berbagai vektor berbagai penular parasit. Dari sini tidak mengherankan bila musim hujan menjadi faktor pemicu munculnya serangan parasit.

itulah beberapa pengertian Parasit untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>