Sebagai seorang peternak ayam tentunya pernah menjumpai saat di panen bobot ayam tidak merata, tentunya itu sangant merugikan. oleh karena itu mari kita simak penjelasan dari info.medion.co.id terkait hal ini.

Penyebab bobot ayam tidak merata saat panen di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

  •  Kualitas DOC
    Kualitas DOC dapat mempengaruhi pertumbuhan ayam. Misalnya jika dari awal kita memelihara DOC grade rendah (bobot badan di bawah 33 gram) atau disebut DOC polos, maka dengan manajemen pemeliharaan yang biasa saja akan sulit menghasilkan bobot panen yang tinggi dan seragam.
  •  Manajemen dan kualitas pakan
    Kurangnya asupan pakan (feed intake) karena kepadatan ayam yang terlalu tinggi atau jumlah tempat pakan yang kurang mencukupi dapat memicu beberapa ayam mengalami kekerdilan sehingga bobot panennya tidak merata. Demikian halnya dengan kandungan nutrisi pakan seperti energi, protein, dan mikro nutrisi lain yang tidak sesuai dengan kebutuhan ayam, atau munculnya kasus jamur (aspergillosis) dan racunnya (mikotoksikosis) yang juga bisa memicu kekerdilan pada ayam.
  •  Manajemen pemeliharaan
    Majamenen pemeliharaan yang sangat menentukan bobot panen ayam adalah manajemen saat brooding. Jika pada masa brooding, pertumbuhan dan keseragaman anak ayam tidak dioptimalkan oleh peternak, maka anak ayam akan sulit mengejar bobot badan panen sesuai standar dan keseragaman panennya pun akan rendah. Untuk mengetahui apakah manajemen brooding yang kita jalankan sudah berhasil atau tidak, salah satu caranya dengan melakukan penimbangan bobot badan ayam di umur 7 hari dan menghitung keseragamannya. Manajemen dikatakan berhasil apabila bobot ayam pada umur 7 hari setidaknya naik minimal 4 kali lipat dari bobot saat DOC dan keseragamannya mencapai ≥80% (Cobb-vantress.com). Jika kedua target tersebut tidak dicapai, maka manajemen brooding yang telah dilakukan perlu dievaluasi.
  • Serangan penyakit
    Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan bobot badan panen ayam tidak merata adalah penyakit infeksius RSS (runting and stunting syndrom) yang ditimbulkan oleh Reovirus. Saat menginfeksi, virus ini menimbulkan enteritis (radang usus) sehingga penyerapan nutrisi di usus menurun. Pada feses ayam sakit akan ditemukan pakan yang tidak tercerna. Tanda-tanda spesifik lainnya yang ditemui yakni pertumbuhan bulu yang abnormal pada bulu sayap primer (yang berbatasan dengan folikel bulu) sehingga menyebabkan bulu-bulu tampak berdiri seperti baling-baling dan menimbulkan kesan seperti helikopter. Itulah sebabnya serangan Reo-virus sering disebut juga dengan helicopter disease. Saat dibedah, ditemukan usus yang terlihat pucat, kecil dan di dalamnya masih terdapat sisa-sisa pakan yang belum tercerna sempurna. Kita seringkali memberi istilah “usus pentil” karena ususnya yang kecil ini.

itulah beberapa faktor yang bisa mengakibatkan ayam bobotnya tidak merata saat di panen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>