Pernah Ada pertanyaan yang masuk pada kontak kami tentang bagaimana Agar tidak gagal panen ayam, untuk itu kali ini coba membahas cara Menghidari gagal panen dengan mengetahui Masa Kritis Pemeliharaan Broiler.

agar tidak gagal panen ayam

Masa kritis ayam broiler adalah masa di mana ayam sedang dalam masa pertumbuhan yang sangat pesat. Kapan terjadinya? Masa kritis ini terjadi pada 2 minggu pertama pemeliharaan atau saat masa indukan anak ayam. Ibarat bayi yang baru lahir, ayam broiler pun butuh perawatan intensif. Ayam broiler yang sedang dalam masa kritis sangat penting untuk di-monitoring kondisinya setiap saat agar pertumbuhannya optimal.

Kenapa penting? Karena saat anak ayam (DOC, red) baru ditetaskan, sistem pencernaan dan kekebalannya belum berkembang sempurna dan ayam belum siap menghadapi perubahan suhu lingkungan. Namun ketika anak ayam mulai masuk masa kritis, sedikit demi sedikit saluran pencernaan, sistem kekebalan, sistem thermoregulasi (pengaturan suhu tubuh), dan bahkan kerangka tubuh ayam (DOC, red) akan mengalami perkembangan.

  1. Sistem pencernaan
    Ketika masih berada di dalam mesin tetas, sistem pencernaan anak ayam secara anatomi belum berkembang dan belum bisa berfungsi. Namun organ pencernaan tersebut (terutama proventrikulus, gizzard/empela dan usus halus) akan mengalami perubahan morfologi (organ pencernaan bertambah ukurannya) dan fisiologi (mulai diproduksinya berbagai enzim pencernaan), segera setelah anak ayam ditetaskan atau pada masa kritis. Organ pencernaan tersebut berkembang pesat, yaitu maksimal pada hari ke 4 – 6 dan mulai menurun pada hari ke 10 (Noy and Sklan, 1997). Perkembangan ukuran organ pencernaan serta enzim-enzim tersebut nantinya akan berpengaruh terhadap metabolisme dan penyerapan nutrisi dari ransum untuk pertumbuhan dan pembentukan daging ayam broiler.
  2. Sistem kekebalan tubuh
    Selain sistem pencernaan, pada masa kritis juga terjadi perkembangan organ kekebalan (limfoid). Sebenarnya saat berada 18 hari di mesin tetas (hatchery), organ limfoid seperti limpa, bursa Fabricius, thymus, Peyer’s patches, dan organ limfoid lain telah berkembang. Berlanjut hingga lepas penetasan dan pada umur 1 minggu, perkembangannya sudah mencapai 70%. Hal yang perlu diperhatikan adalah, bila berat badan tidak mencapai standar maka perkembangan organ limfoid dapat terganggu. Perkembangan organ kekebalan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap pembentukan antibodi dalam rangka melindungi ayam dari infeksi penyakit.
  3. Sistem thermoregulasi tubuh
    Anak ayam belum mampu mengatur suhu tubuhnya (bersifat poikilotermic) pada 5 hari pertama pemeliharaan dan belum bisa secara optimal mengatur suhu tubuhnya sendiri hingga umur 2 minggu (sampai tumbuh bulu). Sedangkan kita perlu ingat bahwa ayam sekarang pertumbuhan bulunya sangat lambat. Oleh karena itu, agar anak ayam dapat tumbuh dengan baik di masa kritis sangat bergantung pada penyediaan suhu yang nyaman dari pemanas.
  4. Kerangka tubuh
    Kerangka tubuh pada anak ayam juga akan berkembang seiring bertambahnya umur. Perkembangan rangka tersebut meliputi pertambahan massa, tebal, dan panjang tulang. Pembentukan kerangka tubuh yang optimal di masa kritis akan mampu menopang perkembangan organ lain, serta menekan terjadinya afkir yang diakibatkan oleh kelumpuhan atau cacat.

Dari penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa masa kritis (2 minggu pemeliharaan) memang sangat penting diperhatikan peternak. Hal ini karena keberhasilan masa kritis akan berpengaruh terhadap keberhasilan pemeliharaan selanjutnya. Seperti pepatah menyebutkan, pondasi yang baik dan kuat akan menghasilkan konstruksi yang kokoh.

sumber info.medion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>