Mungkin sebagian dari kita belum kenal atau mengetahui penyakit gumboro, Gumboro atau Infectious Bursal Disease (IBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyerang organ pembentuk kekebalan (organ limfoid) yaitu bursa Fabricius. Virus Gumboro menyerang sel B yang dihasilkan oleh bursa Fabricius dan organ limfoid lain seperti limpa dan seka tonsil.

Virus Gumboro yang masuk ke dalam tubuh hospes (ayam) akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh melalui kompleks ikatan antigen (virus) dan antibodi. Ikatan tersebut yang menyebabkan radang dan pendarahan pada organ termasuk otot. Ikatan yang sama juga akan menyebabkan peningkatan gangguan pembekuan darah (coagulophaty). Sehingga akan muncul bercak perdarahan pada organ dalam dan otot ayam penderita Gumboro.

Penularan Gumboro terjadi secara horizontal, baik secara langsung melalui kontak dengan ayam sakit maupun tidak langsung melalui ransum atau air minum, alat peternakan, alat transportasi, atau pekerja yang tercemar oleh virus. Menurut penelitian, virus Gumboro juga dapat ditularkan melalui perantara mekanik berupa kumbang hitam (Alphitobius diaperinus), di mana jenis kumbang ini sering ditemui di area kandang.

Saat terjadi kasus Gumboro, perhatikan apakah kasus tersebut terjadi secara tunggal atau berkomplikasi. Tentunya akan berbeda penanganannya jika kejadiannya disertai komplikasi penyakit lain. Secara umum, berikut adalah tindakan yang dapat dilakukan jika terjadi kasus Gumboro:

  1. Isolasi, desinfeksi, dan pengeluaran feses
    Virus Gumboro mudah menular dengan tingkat morbiditas tinggi (mencapai 100%). Tingginya morbiditas ini ditunjang dengan adanya ayam sakit yang terus menerus mengeluarkan partikel virus melalui feses yang dapat menulari ayam yang lain. Oleh karena itu, lakukan isolasi (pemisahan) ayam sakit dan (jika memungkinkan) dilakukan pengeluaran feses dan litter untuk menghilangkan sumber penularan virus Gumboro. Selain itu, lakukan desinfeksi tempat minum dan tempat ransum dengan desinfektan tertentu yang dapat membasmi virus Gumboro, seperti Antisep, Neo Antisep, Formades dan Sporades.
  2.  Terapi suportif
    Terapi suportif merupakan terapi pendukung untuk memulihkan kondisi ayam. Saat ayam terserang Gumboro, berikan air gula 2 – 5%. Tambahkan Vita Stress atau Kumavit dan hidupkan pemanas untuk meringankan gejala penyakit dan tingkat stres ayam. Pada kasus Gumboro yang disertai dengan kebengkakan ginjal, berikan Gumbonal untuk membantu meringankan gejala penyakit. Antibiotik spektrum luas seperti Proxan-S atau Doctril dapat digunakan untuk mencegah infeksi sekunder.

    sumber : info.medion

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>