Musim Pancaroba  menjadi masa transisi perubahan musim. Bulan Maret – April merupakan waktu peralihan dari musim penghujan ke musim kemarau. Dan bulan September – Oktober menjadi waktu beralihnya musim kemarau menjadi musim penghujan. Pola tersebut merupakan pola perubahan musim secara normal, yang saat ini telah mengalami perubahan.

panca roba

Saat masa pancaroba dengan mudah dapat ditemukan perubahan kondisi cuaca yang ekstrim dalam waktu singkat. Ambil contoh saat pagi hari, langit terlihat cerah namun menjelang siang hari tiba-tiba turun hujan. Suhu lingkungan pada saat siang dan malam hari akan berbeda secara signifikan. Berdasarkan data perbedaan suhu antara siang dan malam hari bisa mencapai 5-10oC, bahkan mungkin lebih.

Kelembaban udara juga mengalami perbedaan yang signifikan. Ditambah lagi, angin akan bertiup lebih kencang dengan arah yang tidak beraturan. Ketiga hal tersebut (fluktuasi cuaca, suhu dan kelembaban maupun aliran angin yang tidak beraturan) tentu akan berpengaruh pada stamina tubuh ayam sampai produktivitas ayam.

Respon Ayam Saat Musim Pancaroba

Respon ayam saat menghadapi musim pancaroba biasanya akan terlihat dari aktivitas maupun performan ayam. Dengan kondisi yang tidak nyaman, un-comfort zone ayam akan mengalami stres. Kondisi cuaca, suhu dan kelembaban yang fluktuatif akan menimbulkan stres yang lebih parah dibandingkan dengan kondisi stres panas.

 Saat musim pancaroba, dimana kondisi cuaca fluktuatif maka tubuh ayam memberikan respon berupa stres. Ayam merupakan hewan berdarah panas yang memiliki sistem pengaturan suhu tubuh yang sangat kompleks, dimana sistem termoregulator terdiri dari anterior (bagian depan) hipotalamus, bagian preoptik besar (cerebrum), tali saraf otak ke sepuluh (nervus vagus) dan tali-tali saraf tepi yang sensitif terhadap temperatur. Akibatnya saat terjadi fluktuasi suhu maka ayam menjadi lebih mudah stres. Saat perbedaan suhu tubuh dan suhu lingkungan mencapai 8oC atau kurang maka ayam akan mulai mengalami stres. Ayam dewasa akan mulai stres saat suhu kandang 30oC.

Ayam akan merespon kondisi yang kurang nyaman, seperti saat masa pancaroba dengan memproduksi adeno-corticotropic hormone (ACTH) dalam jumlah yang berlebih oleh kelenjar hipofisa anterior. Akibatnya korteks adrenalis akan terpicu untuk meningkatkan produksi hormon kortisol yang bisa mengakibatkan penurunan jumlah maupun perubahan jenis leukosit, yaitu sel eosinofil, basofil dan limfosit. Kondisi ini akan menurunkan sistem kekebalan tubuh ayam.

Respon stres terhadap perubahan musim ini juga bisa ditunjukkan adanya gangguan metabolisme maupun gangguan fisiologis. Hambatan penyerapan kuning telur menjadi salah satu contoh gangguan metabolisme yang diakibatkan stres karena fluktusi suhu. Sedangkan contoh gangguan fisiologis ialah lazy leucocytes syndrome dimana sel darah putih tidak memberikan respon yang optimal terhadap mikroorganisme pathogen yang menginfeksi ke dalam tubuh ayam.

Kasus serangan penyakit pada musim pancaroba juga relatif meningkat, baik penyakit saluran pernapasan maupun pencernaan. Hal ini dikarenakan meningkatnya konsentrasi bibit penyakit dan juga menurunnya stamina tubuh ayam.

Siap Hadapi Pancaroba

Musim pancaroba harus kita hadapi dengan penuh persiapan. Jika tidak maka bisa dipastikan kita akan mengalami kerugian, baik penurunan produktivitas maupun meningkatkan biaya pengobatan. Setidaknya ada 3 langkah yang harus kita persiapkan saat musim pancaroba datang, yaitu menjaga kondisi lingkungan kandang tetap nyaman (comfort zone, red), meningkatkan stamina tubuh ayam dan mengurangi konsentrasi bibit penyakit.

untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi www.infomedion.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>