Kali ini kami akan membagikan bagaimana cara Menghadapi Pancaroba Agar Ayam sehat, Secara matematis, dalam mencapai potensi yang maksimal, kondisi lingkungan hanya sebagai faktor penambah. Sementara faktor pengali diperankan oleh manajemen. Dengan istilah lain, manajemen sangat besar bahkan proporsinya 70% untuk mencapai potensi yang optimal. Jadi ganti lingkungan di luar kurang bersahabat, selama manajemen bagus maka kerugian bisa dihindari. Manajemen untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi ayam.

berikut ini yang perlu anda pahami :

  • Infrastruktur kandang

    Setiap akan ada pemeliharaan ayam, kondisi kandang harus selalu diperhatikan. Jangan biarkan atap bocor, tampias hujan masuk, tirai tidak layak pakai, dll. Semua harus dipastikan berfungsi secara optimal. Salah satu musim pancaroba ditandai dengan adanya hujan deras disertai angin kencang. Hati-hati dengan kondisi kandang ayam. Kondisi penyangga yang sudah lama terutama untuk kandang panggung perlu dievaluasi ketahanannya. Disarankan untuk menebang pohon-pohon besar yang terdapat di sekitar kandang, karena selain menganggu sirkulasi udara, juga berpotensi untuk tumbang disaat angin kencang menerpa.

  • Pengaturan suhu dan kelembaban

    Suhu dan kelembaban yang fluktuaktif cukup menguras energi bagi peternak guna memberikan kondisi nyaman pada ayam. Kelembaban udara mencerminkan banyaknya air yang terikat oleh udara. Semakin tinggi kelembaban maka kandungan air yang terikat semakin tinggi. Tingkat kelembaban akan mempengaruhi suhu yang dirasakan oleh ayam. Hal ini karena pengeluaran panas tubuh dilakukan secara evaporasi.

    Perlu dipahami satu hal, bahwa suhu yang dirasakan oleh ayam (suhu efektif) bukan suhu yang tertera pada termometer (suhu aktual). Saat kelembaban tinggi, suhu yang dirasakan oleh ayam menjadi lebih tinggi dibandingkan suhu yang tertera pada termometer. Sebagai contoh, saat kelembaban 70% dan suhu yang terbaca pada termometer adalah 29,4°C, maka suhu efektif yang dirasakan oleh ayam adalah 31,6°C dengan kondisi kecepatan angin 0 m/detik.

  • Pengaturan oksigen

    Kepadatan kandang perlu diperhatikan karena keterkaitannya dengan ketersediaan oksigen di dalam kandang. Menambah luasan kandang (memperlebar sekatan kandang) merupakan langkah awal menurunkan tingkat heat stress. Penambahan kipas dapat dilakukan pada daerah yang aliran anginnya kurang. Ketinggian kipas setidaknya 40-50 cm dari lantai dengan kecepatan angin tidak lebih dari 2,5 m/detik. Perlu diperhatikan bahwa alira udara dari kipas tidak boleh langsung mengenai tubuh ayam. Kipas dapat dipasang setelah lepas masa brooding.

  • Pemantauan kondisi ayam di lapangan

    Kondisi ayam harus selalu dipantau secara cermat. Apabila ada beberapa ayam menunjukkan gejala klinis seperti ngorok atau diare, disarankan untuk memberikan antibiotika spektrum luas seperti Proxan-S, Trimezyn, Doctril, dll. Hal ini bertujuan sebagai tindakan antisipasi awal “cleaning program” sehingga keparahan dan penyebaran penyakit bisa ditekan. Selain pemberian antibiotika, analisa faktor non infeksius seperti kondisi pakan, kualitas air, kondisi kandang maupun kebersihan alat kandang lainnya

  • Pemantauan titer antibodi

    Salah satu dampak yang paling nyata dari musim pancaroba adalah stres yang mengakibatkan lemahnya sistem imun sehingga respon terhadap vaksinasi tidak optimal. Pada ayam layer, perlu dilakukan pemantauan titer guna mengetahui status kekebalan tubuh ayam terutama terhadap viral seperti ND, AI, IB maupun EDS. Uji yang sering dilakukan dengan hasil yang cepat menggunakan metode HI Test (Haemagglutination Inhibition) atau ELISA. Uji ini juga bertujuan untuk mengetahui keberhasilan vaksinasi. Jadi, ketika dalam pemantauan titer, hasilnya kurang bagus maka peternak dapat segera mengambil tindakan seperti revaksinasi

  • Sanitasi air minum

    Penurunan kualitas air minum harus membuat peternak semakin ekstra hati-hati. Dalam mengantisipasi kondisi yang demikian, lakukan pemeriksaan uji kualitas air meliputi uji fisik, kimia maupun bakteriologi. Sanitasi air minum perlu dilakukan guna meminimalkan bibit penyakit yang terdapat pada air minum. Medisep, Desinsep atau Neo Antisep dapat dijadikan sebagai alternatif desinfektan untuk membunuh bibit penyakit yang terdapat pada air minum. Pada saat vaksinasi melalui air minum, dapat ditambahkan Medimilk atau Netrabil untuk membantu memperbaiki kualitas air minum sehingga potensi virus vaksin dalam menggertak pembentukan antibodi menjadi optimal.

  • Pengaturan oksigen

    Kepadatan kandang perlu diperhatikan karena keterkaitannya dengan ketersediaan oksigen di dalam kandang. Menambah luasan kandang (memperlebar sekatan kandang) merupakan langkah awal menurunkan tingkat heat stress. Penambahan kipas dapat dilakukan pada daerah yang aliran anginnya kurang. Ketinggian kipas setidaknya 40-50 cm dari lantai dengan kecepatan angin tidak lebih dari 2,5 m/detik. Perlu diperhatikan bahwa alira udara dari kipas tidak boleh langsung mengenai tubuh ayam. Kipas dapat dipasang setelah lepas masa brooding.

    Pemantauan kondisi ayam di lapangan

    Kondisi ayam harus selalu dipantau secara cermat. Apabila ada beberapa ayam menunjukkan gejala klinis seperti ngorok atau diare, disarankan untuk memberikan antibiotika spektrum luas seperti Proxan-S, Trimezyn, Doctril, dll. Hal ini bertujuan sebagai tindakan antisipasi awal “cleaning program” sehingga keparahan dan penyebaran penyakit bisa ditekan. Selain pemberian antibiotika, analisa faktor non infeksius seperti kondisi pakan, kualitas air, kondisi kandang maupun kebersihan alat kandang lainnya

    Pemantauan titer antibodi

    Salah satu dampak yang paling nyata dari musim pancaroba adalah stres yang mengakibatkan lemahnya sistem imun sehingga respon terhadap vaksinasi tidak optimal. Pada ayam layer, perlu dilakukan pemantauan titer guna mengetahui status kekebalan tubuh ayam terutama terhadap viral seperti ND, AI, IB maupun EDS. Uji yang sering dilakukan dengan hasil yang cepat menggunakan metode HI Test (Haemagglutination Inhibition) atau ELISA. Uji ini juga bertujuan untuk mengetahui keberhasilan vaksinasi. Jadi, ketika dalam pemantauan titer, hasilnya kurang bagus maka peternak dapat segera mengambil tindakan seperti revaksinasi

    Manajemen pakan yang baik

    Adanya kasus aspergillosis/ mikotoksikosis perlu di akali dengan manajemen pakan yang baik. Kelembaban yang tinggi berefek pada pakan yang mudah menggumpal serta tengik. Prinsip first in first out serta pengaturan kelembaban dalam kandang mampu menekan pertumbuhan jamur. Pakan perlu diberi alas papan dengan ketinggian sekitar 5-10 cm.

  • Manajemen feses

    Terutama pada pemeliharaan ayam broiler di kandang panggung maupun ayam layer pada kandang batrei,perlu diperhatikan penanganan fesesnya. Kondisi yang lembab berakibat larva lalat mudah berkembang. Tidak asing di telinga kita, bahwa lalat merupakan vektor yang berperan dalam penularan penyakit. Lalat dalam jumlah yang banyak membuat peternak/anak kandang merasa tidak nyaman di dalam kandang sehingga secara psikologis akan mempengaruhi kinerja

  • Meningkatkan stamina ayam

    Menghadapi perubahan cuaca yang terus berubah-ubah, ayam sangat memerlukan daya tahan tubuh yang lebih ekstra. Daya tahan akan optimal apabila stres atau faktor pengganggu dapat diminimalkan. Fluktuaktif suhu yang cukup drastis dapat menyebabkan penurunan penyerapan pakan, alhasil FCR pun membengkak. Pemberian vitamin terutama yang mengandung vitamin C dan E akan membantu peningkatan daya tahan tubuh ayam serta menekan efek heat stress maupun cold stress. Meskipun ayam mampu mensintesa vitamin C namun dalam kondisi stres kadar vitamin C dalam darah akan menurun. Vita Stress, Fortevit dan Vita Strong dapat menjadi solusi dalam kasus ini

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi sumber artikel ini : info.medion.co.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>